Friday, July 27, 2018

Beberapa Faktor Penyebab Belum Diterima Bekerja




BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB BELUM DITERIMA BEKERJA

SMITHJANKERMAN Beberapa Faktor Penyebab Belum Diterima Bekerja, dari judul pembahan yang akan di ulas saat ini menjadi sebuah hadangan, rintangan, batu karang yang menghalang bagi seorang pencari pekerjaan dalam mendapatkan sebuah pekerjaan. Sudah banyak mengirim berkas lamaran , mulai dari mengantar langsung, melalui pos dan email namun tak kunjung mendapatkan pekerjaan.


Terkadang terlintas di fikiran ingin menyerah saja rasanya, sesulit inikah mencari pekerjaan. Padahal rasanya semua sudah dilakukan.

Mungkin beberapa faktor berikut ini bisa menjadi penyebab kenapa kita tidak kunjung mendapatkan pekerjaan.

Berkas lamaran

Berkas lamaran merupakan hal yang paling utama dalam kita mencari pekerjaan, setelah kita mencari info dan menemukan info maupun pekerjaan yang sesuai lantas langkah yang kita lakukan jelas menyiapkan berkas lamaran, namun ada beberapa hal yang harus di perhatikan, karena semua info pekerjaan memiliki persyaratan yang sudah menjadi syarat mutlak bagi seorang pelamar pekerjaan, diantaranya :

A.   Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu syarat utama bagi perusahaan atau usaha lainnya seperti, hotel, toko, dan lainnya dalam perekrutan pegawai/karyawan baru walau tidak semua mengisyaratkan pendidikan, ada juga yang tidak mengutamakan pendidikan. Jika salah satu persyaratan mengisyaratkan pendidikan minimal D3, artinya untuk lulusan SMA/SMK sederajat sekalipun melamar maka sudah jelas lamaran tidak akan di proses.

B.   Jenis Kelamin

Jenis kelamin sering juga di sebutkan dalam persyaratan dalam sebuah perekrutan karyawan atau pegawai baru. Jika sebuah perusahaan membutuhkan seorang Admin yang kita tahu kebanyakan admin adalah seorang wanita, maka di persyaratan kali ini perusahaan mengiginkan jabatan admin di isi oleh pria. Walau seorang wanita bepengalaman sekalipun pada bidang tersebut, namun sudah jelas tidak masuk dalam kualifikasi persyaratan.

C.   Usia

Usia kadang kali menjadi banyak hadangan bagi para pelamar, dari pengalaman saya selama ini mencari dan memberikan info lowongan bahwa kebanyakan rata-rata usia yang dicari dari 22-35 tahun. Lantas bagimana usia yang sudah melibihi dari persyaratan ?. tentunya ini akan membuat semakin sulit mendapatkan pekerjaan walau terkadang kita sering memaksakan diri, namun persyaratan tetaplah persyaratan karena kriteria tersebutlah yang dibutuhkan.

D.   Agama, Suku, Etnis, Bahasa

Agama,Suku, Etnis, Bahasa juga tidak luput terkadang menjadi persyaratan dalam sebuah informasi lowongan pekerjaan, jika perusahaan, atau bahkan usaha lainnya membuka lowongan pekerjaan dengan mengisyaratkan agama Suku, Etnis, Bahasa tertentu, maka jika kita bukan dari Agama Suku, Etnis, Bahasa tersebut sudah jelas kita jangan melayangkan lamaran pekerjaan.

E.   Pengalaman

Ini merupakan paling banyak faktor yang menyebabkan seorang pencari kerja susah mendapatkan pekerjaan. Banyak terkadang para lulusan baru ingin melamar pekerjaan namun binggung karena semua info yang mereka baca diwajibkan memiliki pengalaman kerja, bahkan ada yang meminta memiliki pengalaman minimal 1,2,3 bahkan sampai 5 tahun. Jika tetap mengantar berkas lamaran, sudah jelas berkas tersebut tidak akan di proses. Lantas solusinya bagaimana ?, mulailah mencari pekerjaan yang mengisyaratkan Fresh Graduate (lulusan baru) apapun jenis pekerjaannya, tentunya pekerjaan yang baik dan tidak terjerumus ke hal yang merugikan diri kita sendiri.

F.   Lampiran Berkas Lamaran

Dalam tiap-tiap perusahaan berbeda-beda dalam menentukan dokumen apa saja yang harus di lampirkan dalam amplop lamaran yang akan kita ajukan. Seperti harus melampirkan :
-    SKCK
-    NPWP
-    SURAT KETERANGAN SEHAT
-    SURAT KETERANGAN BEBAS NARKOBA
-    SURAT REFERENSI PENGALAMAN KERJA
-    STR (BIASANYA UNTUK BIDANG/PERAWAT ATAU PEKERJAAN DIBIDANG KESEHATAN DAN FARMASI)
-    MENGGUNAKAN MAP KHUSUS (SEPERTI MAP BERWANA MERAH/KUNING/BIRU/HIJAU)

Dari dokumen yang diminta tak ada yang kita lampirkan dalam berkas lamaran, lantaran kita tidak punya dan belum mengurus bahkan ada yang sama sekali tidak tahu (karena tidak pernah mengurus sebelumya). Ini juga menjadi faktor kenapa kamu belum mendapatkan pekerjaan.

G.   Penyusunan Urutan Lamaran Pekerjaan

Walau kadang ini terlihat sepele namun juga berpengaruh untuk kadang kita tidak diterima oleh perusahaan. Susunlah semua berkas tersebut dengan rapi, jangan sampai berkas-berkas lamaran terkena air, minyak, kuah gulai, sambal atau bahkan kusut. Berikut susunan urutan meletakkan berkas lamaran :
1.   Foto
2.   Fotocopy KTP
3.   Fotocopy NPWP (Jika di persyaratkan)
4.   Lamaran Pekerjaan
5.   Daftar Riwayat Hidup/Curriculum Vitae (CV)
6.   Fotocopy Ijazah
7.   Fotocopy SKHUN/Transkrip Nilai
8.   Fotocopy SKCK (Jika di persyaratkan)
9.   Fotocopy Kartu tanda pencari kerja (Jika di persyaratkan)
10. Surat keterangan sehat dari dokter (Jika di persyaratkan)
11. Surat referensi pengalaman kerja (Jika di persyaratkan)
12. Sertifikat/dokumen pendukung lainnya (Jika punya silahkan lampirkan)

Semua berkas tersbut di susun rapi, dan diberikan clip (jangan di hekter). Perhatikan waktu memasuka semua berkas ke dalam amplop lamaran, jangan sampai ada yang terpisah atau tercecer agar sewaktu berkas kita dibuka tidak berserakan.

H.   Penulisan dalam Amplop Lamaran

Hal yang sepertinya kecil, jika kita abaikan bisa menjadi faktor paling utama kenapa kita tidak diterima bekerja, kenapa ? karena amplop lamaran merupakan cover depan bagi perusahaan untuk mengenal kita ini siapa. Mulai dari penempatan nama pengirim, posisi yang di lamar dan perusahaan tujuan kita melamar. Untuk contoh bisa lihat gambar dibawah ini.


Namun terkadang ada juga sebagian pelamar kerja yang tidak menuliskan apa-apa (keterangan) di amplop lamaran kerja yang mereka ajukan. Ketelitian sangat dituntut saat ini melakukan semua proses dalam pembuatan berkas lamaran pekerjaan, jangan terburu-buru, biasa melakukan pengecekan ulang sebelum kita antar berkas tersebut.

I.    Pakaian

Walau kita hanya sekedar mengantar berkas lamaran kerja, namun tetap usahakan terlihat rapi. Gunakanlah sepatu (jangan pakai sendal). Kadang ada beberapa tempat yang saat kita melamar pekerjaan bahkan langsung di test dan di wawancara. Jika pakaian kita terkesan asal-asalan dan itu sudah jelas membuat orang lain tidak tertarik terhadap kita.

J.   Waktu

Waktu ini bagaikan titik awal kesuksesan seseorang dalam mendapatkan pekerjaan. Jangan suka menunda bahkan mengulur-ulur waktu, jika sudah mendapatkan info lowongan pekerjaan maka segeralah diantar secepatnya. Apalagi mengantar diwaktu waktu batas akhir penerimaan berkas lamaran, dan kamu pasti sudah tau sendiri berapa berkas yang sudah masuk. Walau terkadang tidak ada jaminan apapun mau yang paling awal atau paling akhir yang mengantar. Namun usahakanlan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Jadilah yang tercepat dan terdepan dalam hal mengantarkan berkas lamaran. Jangan mengantarkan berkas lamaran yang infonya sudah habis masa berlaku karena akan sia-sia,membuang waktu dan biaya.

K.   Menganut Sistem Dinasti Kerajaan

Sepertinya ini agak sedikit aneh, namun tidak juga sedikit ada yang seperti ini walau kesaannya sedang membuka lowongan pekerjaan, ketika kita sudah mengatarkan berkas lamaran, namun posisi-posisi tersebut sudah ada ‘’PESANAN’’, bisa jadi karib kerabat, teman sekantor, saudara dan sanak familiy. Semoga tidak ada lagi praktek-praktek seperti ini dalam dunia pekerjaan, karena akan sangat merugikan diri kita sebagai pelamar.

L.   Bersaing Dengan Pelamar Lainnya


Terkadang kita tidak sadar kalau yang melamar bukan kita sendiri, bahkan kadang dari satu info yang di terbitkan bisa di baca 5.000-10.000 pembaca, jika dalam sekali info ada yang melamar 100 orang, sementara yang dibutuhkan hanya 1-2 orang saja tentu ini bisa menjadi faktor yan membuat kamu belum mendapat pekerjaan. Permintaan bergabung di group bisa mencapai 500 orang sehari, artinya akan bertambah banyak para pencari kerja setiap harinya. 


Apa yang sudah dibahas ini merupakan hasil dari pemikiran dan pengalaman admin sendiri selama mendirikan group dan website. Mulai dari pengalaman pribadi maupun dari anggota group yang menyampaikan kelah kesuhnya dalam sulitnya mendapatkan pekerjaan.

Semoga dengan pembahasan ini kita tidak menjadi orang yang patah semangat, tidak mudah putus asa. Sesungguhnya setiap usaha yang kita kerjakan akan kembali kepada diri kita sendiri. Baik yang kita lakukan maka baik pula lah yang akan kita dapatkan.

Terimakasih atas segala perhatian telah menyempatkan waktu membaca artikel menarik dari kami SMITH Jankerman.